>>
Anda sedang membaca...
Hikmah

Lupa rakaat..

rukuSeorang Ustadz. menceritakan sebuah kisah, entah ini nyata atau hanya sekedar anekdot. Pada sebuah jamaah shalat ashar di sebuah masjid, cukup banyak makmuh yang hadir, sekitar tiga shaff/baris. Pada saat itu Sang Imam shalat lupa rakaat shalat, yang mestinya empat rakaat menjadi tiga rakaat, kemudian salam. Sampai beberapa saat tak ada dari sekian jamaah yang ingat bahwa mereka melaksanakan shalat ashar hanya tiga rakaat. Sampai beberapa saat kemudian ada seorang jamaah yang mengangkat tangan, berkata dengan sedikit ragu:
”Maaf pak ustadz, sepertinya tadi kita shalat ashar hanya tiga rakaat”
Kontan semua jamaah masjid menoleh ke arahnya dengan heran.
”Sebab…” Lanjutnya, ”Saya memiliki empat Toko, setiap rakaat saya menghitung uang masuk dan pengeluaran. Tapi baru selesai yang ke tiga, Ustadz yang imam salam lebih dahulu”.
Kita mungkin hanya sekedar tersenyum membaca anekdot diatas. Tapi dibalik itu ada sesuatu yang mesti kita renungkan. Bagaimana mungkin dari sekian jamaah shalat, ketika imamnya lupa rakaat tak ada satu pun yang ingat. Ya, ada memang. Tapi yang satu ini pun bukan karena memperhatikan rakaatnya, atau memperhatikan rakaat shalat imam, tetapi ia ingat, karena sibuk dengan urusan dunia, sibuk dengan toko, harta yang ia miliki. Alias, atas asas kebetulan saja.
Padahal dalam shalat, thuma’ninah untuk kekhusyuan shalat sangat penting. Seperti disebutkan dalam hadits. Ketika seorang sahabat masuk masjid kemudian shalat, dan rasulullah berada di bagian masjid lain. Kemudian shahabat tadi mendatangi rasulullah, lalu berucap salam, setelah menjawab salam rasulullah berkata: ”irji wa solli, fa innaka lam tusolli” sampai tiga kali sahabat tadi mengulang shalat. Kemudian rasulullah menjelaskan ”…berdirilah sampai tenang dalam berdiri, kemudian ruku sampai tenag dalam ruku…” dan seterusnya. Jadi bukan sekedar banyak nya rakaat shalat, atau lamanya shalat, tetapi nilai kekhusuan dalam shalat yang penting.
Dikatakan bahwa ada dua orang yang shalat ber dampingan dengan rakaat yang sama, takbit, ruku dan sujudnya juga sama. Shalat yang seorang terkabul sampai ke atas langit, tapi yang seorang bahkan jarak antar dua telapak kakinya saja tidak sampai.
Ini sesuai apa yang di sabdakan oleh rasulullah ”Ilmu pertama yang diangkat dari muka bumi adalah kekhusuan” (akhrajahu tabrani dengan isnad hasan).
Salah satu tanda akhir zaman ini telah kita alami.
Dan kita secara pribadi pasti mengalami. Maka dalam shalat dikatakan ada yang kadar ke khusuannya 10persen, 30, 40, 50 atau 60 persen.

Sekedar coretan menjelang tidur.

Diskusi

One thought on “Lupa rakaat..

  1. sangat berguna. jazakallah

    Posted by Muzakkir bin Abdurrahman | 2010/07/27, 11:02

Ayo tanggapi tulisan ini!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Me on FB

Tweet

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Blog Stats

  • 18,316 hits
%d blogger menyukai ini: